waktu kita singkat
tapi pembicaraan kita penuh
seperti air yang mengalir di pipa bambu belakang rumah
lalu masa kanak kanak itu kembali tersenyum memanggil
seolah bisa bicara: "ini Ramadhan keberapa engkau tak kunjung tiba?"
aduh, jika bisa hentikan sudah semua retorika itu
membuatku enggan pergi atau kembali...
surabaya 290517
Tidak ada komentar:
Posting Komentar