Selasa, 12 Januari 2010

Awal

Adakah rembulan terus berulas tanya, tentang kisah dalam berbagai cerita, pergi sudah menyisa tanya padamu sahabat diseberang sana.
Tunaikan janji, lunaskan hutang, dendamkah ada sebagai perisai hati.
Lupakan aku kawan. sebab aku tak ingin di caci
Malam kian rapuh
Dan sunyi lagi, sepi lagi
Aku tak tahu warna pasir pantai lagi
Atau debur ombak yang memecah batu-batu karang
Larut, kuingin lelap tapi tak bisa
Pejamkan mata untuk sementara
Tapi lalu aku tertinggal, zaman berlari tanpa peduli
Risalah itu tak sampai padaku
Berlari melintasi lembah-lembah masa lalu dengan jejak kaki

Tak bisa dihapus dari debu.
Yang kemudian tetap mengaharu atas segala butir kecewa
Yang terpahat di kayu-kayu kenaifan itu
Ku berjalan malu-malu...

Tidak!
Aku tak mau lagi menggenggam kelabu...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar