Sebuah kisah terjadi ketika sebuah kepolosan masih tersimpan rapi di tempatnya. Begitu indah dan begitu nyaman.
Ketika zaman akhirnya mulai mengalir dan membisikkan asap-asap polusi yang sanar dan beracun, mengawang, memenuhi langit yang tak lagi biru tapi menjadi kelam.
Suara.
Ah, selalu saja ada suara yang mengganggu
LEbih baik dikala masih hijau dulu dan ketika itu kepolosan masih tersimpan rapi pada tempatnya
Ibu dan ayah masih dalam gambaran yang sesuai
Saudar-saudara dan teman-teman masih khayalan yang menghibur dan mimpi yang sejuk. RAsanya seperti mint.
Malah hari ini ketika ditemui sesuai yang baru dan besar, begitu membingungkan dan menyesatkan. PAda hari itu ketika mulut terkunci dan hati menjadi takut sekali akan apa yang dilihat di depan mata.
Orang-orang yang asing, orang-orang yang tak ramah
Rumah yang dicari belum ditemukan
Rumah yang dibangun juga belum terselesaikan
Kini bagaimana mata dunia melihat. harus menurut aturan, tidak boleh menuntut dan kejujuran harus lebih banyak bermain.
Kejujuran...
Betapa sulitnya menjadi jujur di tengah permainan
Akhirnya hanya ketika mulut tak lagi bisa membuka, menelan semua yang terjadi, mencerna dan memang akuilah semua kesalahan, ini hanya bentuk hukuman yang lain atas diri sendiri
Segalanya...cuma merindukan sebuah keluarga yang lengkap dan tenang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar