Selasa, 12 Januari 2010

nyanyian samudra

Angin tak selalu meniupka kabar padamu
Tak setiap hujan mengabarkan basahnya Mei untukmu
Wahai ksatria, biarlah rindu itu dalam dekapan angin dan hujan
Karena jika kau cari maka dia tak akan jadi rindu
Aku bukan pujangga, tak pandai pula berkata-kata
Aku hanya ingin menjadi manusia biasa yang jalani hidup apa adanya
Tunas tumbuh tak langsung jadi pohon, bunga kuncup dulu baru mekar
Berlayar dengan angin untuk kemudian merapat ke tepian membawa saru senyum tanda persahabatan
Bukan laut yang membungkus rinduku
Pun jangan salahkan tujuh samudra yang kau arungi untuk mencari tanda itu
Karena dia telah berlalu terbawa angin dan larut bersama hujan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar