Jejak-jejak impian yang menggoda dan menyambar-nyambar dalam dada telah membuat hati ini terasa lesu bagai kehilangan kekuatan untuk menapak
Ada harap yang tak kunjung nyata, ada rindu yang tak terjangkau yang selalu membayang di pelupuk mata saat terbangun dari tidur dan angan yang panjang
Bisikannya untuk selalu datang dan meramaikan dunia yang terasa bagai utopia yang menjadi nyata.
Padahal, hati ini telah lama melawan arus deras kehidupan dan ia membuat kedua kaki semangat yang melangakh terasa surut dan merapuh
Ada dunia yang tak terkira
Tak terbayang bahwa suatu saat nanti akan menjadi tempat dan persinggahan yang lama
Menjadi tempat angan dan harapan menyatu
Tak sekedar hiburan dan permaianan
Tetapi ia bagai colosseum
Arena pertandingan hingga titik darah penghabisan
Perang puputan telah lama berlalu
Tapi seakan sejarah tak pernah habis menggerogoti setiap kepingan tulang dan daging dalam diri
Ia merayu. memuja, membujuk hingga terlena dan tergoda aku menyinggahinya
Tak kuasa dan seakan menghilngkan setiap bisikan yang ada
Menghindarinya
Kota ini...
Bagaikan kepulan asapp syetan yang mengurung diri
Memberi jalan ke pada dunia yang dianggap semu menjadi nyata
Lelah terasa...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar