Kamis, 15 April 2010

perjalanan

Adalah cinta yang dicari tapi taj jua bertemu
Apakah dia ombak maka susah dipeluk pantai?
Apakah karena badai maka ia tersangkut di jaring?
Apakah ia panas maka ia melelehkan jiwa?
Sekaligus juga dia dingin membekukan hati dan sampaikah arus cinta pada lautannya Jika iman itu begitu semu?
Lalu apalagi pengharapan seorang anak pada orangtuanya jika cinta yang diberikan untuk itu adalah arus, ombak, panas, badai an dingin??
Sebuah perjalanan yang diiisi dengan kekosongan terbaring diantara waktu-waktu yang terbuang dan melahirkan kehidupan baru yang terengah...teriak...dan lepas!
Hampir lepas napas ibu tak lekat pada nadinya.
Jika bukan karena jarum cinta Tuhan untuk hamba-Nya, maka menangislah ia pada kefanaan yang buta, menyenangkan dan menyesatkan.
Manusia adalah ruh dalam jasad-jasad yang kelak akan menghilang kembali dalam kebenaran abadi, terinjak, luluh.
Terhanyut, jatuh.
Adalah hanya sisa waktu sekarang untuk menebar lagi benih yang lebih baik dari kemarin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar