Sabtu, 17 April 2010

Pagi

Tak kulihat secercah semangat di pagiku.
Ia muram dan kelabu walau mendung sudah enggan untuk selalu menggantung

Ketika hari ini kudapati matahari bersinar cerah kemabali, kukira ia akan bernyanyi untukku

Menarikan sinarnya menyapu langit dan menyapa sapuan awan putih tipis pengganti gulungan kelabu kemarin

Aku tak melihat wajahnya lagi
Entah siapa dia yang kucinta
Atau dia yang menimbulkan tanya

Dalam hati,
Ada gema yang mengatakan tentangnya, tapi aku belum peduli
Tapi, ada banyak bahagia ketika ia ada
Datang dan menyapa

Pagiku tak cerah hari ini, semangatpun pudar bagi awan-awan tipis yang lama-lama menghilang menyisakan langit biru yang bersih dan lembut
Ada senyumku tapi ada juga gelisahku
Yang menyimpan dan menimbulkan tanda tanya akan perubahan

Inikah yang sebenarnya atau tidak
Dan aku terus meragu jika ini bukanlah saatnya

Begitu cepat jika terjadi saat ini
Dan aku tak mau langkahku terburu waktu

Lagi
Ada angan tersimpan dan harapan yang tak ditampakkan
Tapi, rasanya bukan pagi yang terlalu muram atau ada semangat yang hilang
Cuma harapan yang sekilas bercampur kecemasan

Ada langit bersih yang tersenyum, sinar mentari yang bernyanyi, awan yang malu-malu, dan udaran yang diam
Aku seperti menggenggam harap, tapi juga keraguan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar