Ceritanya,
Tahun itu tahun kelabu
Bagiku
Tentang pertentangan yang terjadi antara dua generasi
Rasanya menusuk, melankolis, sepi, karena dunia menjauhi
Aku yang keras hati dan keras keinginan, percaya semua akan baik-bak saja
Walau terkadang ada rasa bosan menyelimuti dan senantiasa mendendangkan lagu keputusasaan
Aku tetap percaya, namun sambil terus meminta dan berusaha agar semua kembali seperti biasa
Perjalanan aku lalui, dari tanah pesantren yang kutinggali cuma seminggu
Karena yang kudapat bukan pelajaran namun permainan
Aku yang berangkat pulang dari tanahnya para Kyai dengan Puspa Indah yang melewati
Jalan berkelok-kelok bersama hatiku yang sepi
Sesampainya di tempat kembali aku rasa ada sedih yang tersisa di sudut hati
Seorang manusia yang sepi dan berharap semua akan kembali seperti sedia kala
Namun, semua rasanya akan baik-baik saja....
Tak pasti.
Lalu ada cinta di penghujung dan awal tahun yang baru
Cintakah?
Ah sebetulnya aku selalu memimpikannya dan memanggil-manggilnya
Dan akhirnya Tuhan mendatangkannya
Waktu yang memahat kisah kami dalam cerita pagi di Merapi
Dalam rentang guyuran air terjun Rondo dan akhirnya Ramadhan menyapa dengan kisah yang pilu
Aku yang tegar dengan segala kisah manis yang coba kutulis
Bersama dia yang sempat menjalani hari di panoramanya Semeru
Ada dia, yang sempat menjadi tumpahan segala sedih menjadi bahagia
Lalu semua hilang di penghujung Lebaran
Aku tak ingat airmata terakhir yang aku tumpahkan karena tak menyapa Takbir
Karena yang aku tahu hanya berusaha tegar dan bertahan
Lalu aku merasa, ada sisa kejatuhan di akhir masa-masa yang aku sebut 'masa pencarian mahasiswa'
Aku merasa terjatuh
Dan rela kedinginina di bukit bintang hingga mencarimu di sudut-sudut Malioboro
Tidak ada komentar:
Posting Komentar