Kamis, 30 Agustus 2012

Rumah Sekolah

Padahal pagi ini, kami hanya ingin disiapkan segelas susu dan sepotong roti
Kalau pun tak ada segelas hangat teh manis dan sepotong singkong rebus juga amat kami nanti
Dari tangan seorang perempuan mulia yang kami panggil 'bunda'
Atau sapaan hangat dan semangat 'selamat pagi!'dari seorang pria yang memakai kemeja dan dasi
Jika pun tak bisa, sekedar tepukan halus di pundak dan ucapan semangat saat ke sekolah
Dari seorang ayah yang sudah pergi ke sawah pagi-pagi sekali
Untuk menabur benih ataupun sekedar untuk melihat-lihat apakah tanaman kami sudah berisi?
Seperti banyak tempat lain di dunia, bukankah masa kecil itu sama saja?
Penuh warna, tawa, dan ceria
Meskipun kami tinggal di ujung negeri paling terkucil
Di lorong-lorong jembatan yang paling dalam
Sampai di rumah-rumah megah layaknya istana raja
Kami masih mempunyai hati sampai saat itu
Hati yang berdegup seirama suara alam yang tenang dan melankolis
Tidak perlu cepat-cepat dan berhamburan, karena kami sangat menimati detak jantung ini...
Itu saja
Padahal pagi ini, kami hanya ingin disiapkan segelas susu dan sepotong roti
Kalau pun tak ada segelas hangat teh manis dan sepotong singkong rebus juga amat kami nanti
Namun yang tersaji di atas meja adalah muram, lelah dan wajah masam
Kata orang demi kami ini, yang masih punya hati dan memiliki detak jantung seirama alam yang melankolis maka mereka jadi berwajah robot
Bahkan berhati robot
Padahal,kami hanya ingin disiapkan segelas susu dan sepotong roti
Kalau pun tak ada, segelas hangat teh manis dan sepotong singkong rebus juga amat kami nanti
Buatan langsung dari tangan perempuan mulia yang kami sebut 'bunda'
Sapaan 'selamat pagi' dari pria berkemeja dan berdasi
Atau dari para petani yang pergi ke sawah pagi-pagi sekali, rasanya sekedar mimpi hari ini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar