Rabu, 16 Desember 2009

the grandparents

Ketika pada hari itu menyadari bahwa sebetulnya mereka berdualah yang sangat berarti bagiku..mereka hdupku, napasku, langkahku, jejakku, hidupku, senangku, bahagiaku, sengasaraku, sedihku, cintaku, pedihku, kecewaku, indahku, gelapku, sinarku....
Tak ada yang lebih menyejukkan dari kata-kata bapak. Beliau selalu setenang air yang mengalir dari hulu ke hilir...sebening embun diujung daun...seberani mentari pada siang hari...beliau adalah kuda perangku, semangatku, sandaranku, peganganku, nasihatku, guruku, bapakku....diamnya, tenangnya, daranhnya...mengalir dalam urat nadiku, dalam pembuluh-pembuluh jantungku. MEnjadi oksigen dalam paru-paruku, sari-sari makanan dalam tubuhku...ilmunya, pengetahuannya, wawasannya, sabarnya...Tak da kata yang tepat menggambarkan sosok laki-laki yang selalu memasang badan kala aku tergangggu, yang selalu siap dengan buku dan pena kala aku meminta, yang selalu terbuka dan siap berbagi cerita, yang pandai menyimpan makna dan rahasia... Bapak, laki-laki terbaik yang pernah kukenal..
Tak ada yang bekerja lebih keras selain ibu...amarahnya, semangatnya, jalan pikirannya seperti kuda perang yang mampu menghalau siapa saja musuh yang mengahdang, serupa badai di tengah laut yang menerjang bebatuan dan karang. seperti halilintar yang datang bersama hujan dan awan mendung...beliau adalah pelajaran kehidupan bagiku..penderitaannya, kesengsaraannya, kepedihannya...menyatu bersama setiap tetes keringatku, berbaur bersama detak jantung semangatku, berbisik lewat telingaku...menjadi bayangan dan membuatku memiliki mimpi...ibu: marahnya, kata-katanya, sikapnya..menjadi pelajaran kehidupan bagiku...
Merekalah dua belah tanganku, tali temali penolongku, labuhan tempat singgah di kala penat dengan adegan dunia...tempat berbagai macam pelajaran kehidupan dapat kulihat dan kuambil hikmahnya...
They never change....Ya, Allah,,,ampuni aku...Allhummagfirli waliwalidayya, warhamhuma kama ribbaya ni shogiroo...amiiinn

Tidak ada komentar:

Posting Komentar