Selalu, ini bukan duniaku...memang aku hanyalah sang pemimpi yang hanya ingin mencapai mimpi-mimpi itu...semua perbuatan ini, kehidupan ini, aku tak tahu...kadang aku merasa mampu mengalir bersama air dengan perahu yang mereka buat, tapi aku tahu aku tak akan bisa terus ikut di dalam perahu itu. Aku, aku hanya ingin meraih mimpi, sama seperti mereka.
Ketika pada akhirnya semua tidak sesuai dengan yang aku harapkan apakah aku harus marah? Berontak? MEmang a da kalanya kita tidak harus melawan. TApi, aku telah terlalu lama diam. Ini menyakitiku Salahku? Mungkin...Tapi, kenapa aku harus bertemu dan menurut? Aku punya perahu sendiri...
- Ketika kamu berada di tengah rel kereta api apa yang akan kamu lakukan? Bukankah kamu juga akan ikut naik ke atasnya?
- Tidak...
- Apa kamu akan menghindar dari rel itu?Bukankah itu artinya kamu pengecut?
- KEtika saya berada di tengah rel kereta api, saya tetap diam di sana.
-Berarti kamu membiarkan dirimu tertabrak?
-Jika saya menghindar dari rel memang bisa berarti saya pengecut, tapi saya juga tidak mau naik ke atas kereta api itu. KArena itu berarti saya harus mengalah dan ikut kemana kereta itu membawa saya. YAng paling baik adalah saya tetap diam di tengah rel dan membiarkan kereta itu menabrak saya
-Lalu kamu akan mati?
-Lebih baik mati dengan membawa diri sendiri,tanpa menjadi orang lain, prinsip yang jujur tanpa harus mengikuti permainan yang di buat. Karena begitu banyak orang menginginkan kejujuran tetapi mereka tidak jujur...
-Begitu? JAdi, kamu memilih jalan yang tidak banyak orang akan memilihnya?
-Ya, saya ingin mati dengan jujur...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar